Keamanan kita hanyalah tetap berpegang teguh pada Yesus. Jangan pernah kita kehilangan pandangan dari Dia. Ia berkata, "sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa". Kita harus mengusahakan agar tetap ada suatu perasaan ketidakcukupan dan ketidakberdayaan diri sendiri dan bersandar sepenuhnya pada Yesus. Hal ini akan membuat kita secara individu tetap tenang dan setia dalam kata-kata dang tingkah laku. Kegairahan pada pembicara bkanlah suatu kekuatan tetapi kelemahan. kesungguh-sungguhan dan energi adalah hal yang esensial dalam memperkenalkan kebenaran Alkitab, Injil, yang merupakan kekuatan Allah yang menyelamatkan . . . . . .
Ada pasir-pasir hanyut yang menyebabkan banyak orang berada dalam bahaya tertimbun. Adalah selalu aman untuk mencari dengan sungguh-sungguh Roh Allah, jika kita tidak mencampurbaurkannya dengan kepongahan-kepongahan yang tidak pernah berasal dari surga. Ada kebutuhan akan kehati-hatian dalam seua ucapan kita agar jangan beberapa jiwa yang miskin yang memiliki sifat yang rajin akan menyiapkan diri mereka sendiri memasuki suatu kegiatan yang tidak sesuai dengan pengetahuan. Mereka akan bertindak seakan-akan merupakan hak prerogatif meraka untuk menggunakan Roh Kudus gantinya membiarkan Roh Kudus menggunakan mereka, dan membentuk serta menciptakan mereka sesuai pola Ilahi. Ada bahaya untuk berlari mendahului Kristus. Kita harus menghormati Roh Kudus oleh mengikuti ke mana Roh itu menuntun. "Janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri" (Amsal 3:5). Ini merupakan satu bahaya bagi mereka yang mengajarkan kebenaran kepada orang lain. Mengikuti ke mana Kristus menuntun adalah suatu jalan yang aman bagi kaki kita. Pekerjaan-Nya akan bertahan. Apapun yang Allah katakan itu adalah kebenaran.
Jumat, 28 November 2008
selalu memandanG kepada Yesus
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar